Bumi adalah planet air. Air yang kita minum hari ini sudah terbentuk dalam wujud yang sama sejak dinosaurus menjelajahi Bumi, ratusan juta tahun yang lalu. Jumlah air tawar di planet bumi tetap konstan sepanjang waktu dan terus-menerus didaur ulang dalam sebuah siklus air melalui atmosfer dan kembali ke gelas kita). Di sisi lain, populasi manusia terus bertambah dan menyebabkan persaingan untuk memenuhi pasokan air bersih, berlebihan untuk minum, memasak, mandi, dan mempertahankan kehidupan semakin meningkat setiap tahunnya.

Walaupun hampir 70 persen planet bumi tertutup air, hanya 2,5 persen darinya yang bisa kita gunakan untuk konsumsi sehari-hari dalam bentuk air tawar. Sisanya, memiliki kadar garam yang tinggi dan perlu energi yang besar agar layak dikonsumsi. Bahkan pada saat ini, hanya 1 persen dari air tawar kita yang mudah diakses, dan sebagian besar terperangkap di gletser dan daerah bersalju di kutub. Intinya, hanya 0,007 persen air di planet ini yang tersedia untuk dikonsumsi oleh 6,8 miliar orang.

Akibat beberapa faktor seperti geografi, geologi, iklim, teknologi, regulasi, dan sumber daya alam, ada beberapa daerah yang kaya sumber air tawar, dan ada juga daerah yang harus menghadapi kekeringan dan polusi terhadap sumber air tawar mereka. Di banyak negara berkembang, air bersih sulit didapat atau merupakan komoditas yang membutuhkan kerja keras dan biaya yang besar agar bisa dinikmati dengan layak.

Persediaan air bersih di Bumi sangat mungkin bisa habis. Terdapat kecenderungan luar biasa bahwa keadaan akan bertambah parah. Pada tahun 2001 United Nation Population Fund menyakatan bahwa bumi akan kehabisan air bersih pada tahun 2050. Pada tahun 2016 Sekertaris Jenderal PBB, memperingatkan tentang krisis air bersih untuk tahun 2050. Peringatan serupa juga diluntarkan oleh UNEP (United Nation Environmental Program) bahwa populasi manusia pada tahun 2050 tidak akan dapat memenuhi kebutuhan air setiap orang.

Kelangkaan air bersih dapat disebabkan karena berkurangnya akses terhadap air layak pakai. Hal ini dapat terjadi karena tercemarnya sumber air dengan polutan dan kontaminan, sulit mendapatkan dan memanfaatkan air tanah, serta siklus hidrologi yang terganggu. Perlu diketahui, hanya terdapat 3% air tawar yang ada di bumi. Air tawar ini terbagi dalam berbagai jenis berupa air permukaan dan air bawah permukaan. Biasanya masyarakat menggunakan air permukaan untuk keperluan sehari-hari seperti air sungai, danau, dan lainnya. Pada berkembangnya peradaban, air permukaan ini sangat rentan dengan pencemaran karena polutan dan kontaminan. Banyak sekali sungai/danau yang tercemar sehingga airnya tidak layak digunakan.

Faktor utama lainnya adalah jumlah populasi manusia selalu bertambah namun ketersediaan air bersih relatif terbatas bahkan berkurang. Hal ini sangat memprihatinkan karena air yang dapat digunakan semakin berkurang setiap tahunnya. PBB memperkirakan bahwa pada tahun 2050 bumi tidak dapat memenuhi kebutuhan air per individu karena populasi manusia yang semakin bertanbah.

Disisi lain kita juga memiliki air bawah permukaan atau airtanah. Airtanah salah satu sumber air paling bersih di bumi, namun airtanah bawah permukaan ini relatif sulit didapatkan. Anda harus melakukan pengeboran sampai kedalaman tertentu untuk mendapatkan airtnah tersebut, di beberapa negara bahkan pengeboran harus dilakukan lebih dari 500 meter. Siklus hidrologi yang terganggu juga berperan dalam menyebaban kelangkaan air bersih. Sumber aliran airtanah dari daerah imbuhan dirusak sehingga airtanah berkurang storativitasnya, oleh sebab itu air bersih semakin sulit didapatkan.

Secara umum, permasalahan utama kekeringan dari indonesia dibagi menjadi tiga jenis, kekeringan akibat tidak adanya fasilitas air bersih, kekeringan akibat letak geografis dan metereologis, dan kekeringan akibat buruknya kualitas air.

Kekeringan akibat tidak adanya fasilitas air bersih sering terjadi di desa-desa terpencil meskipun potensi sumber air masih mungkin untuk dieksploitasi. Untuk kasus ini masyarakat kesulitan untuk membangun fasilitas sendiri karena terkendala kurangnya pengetahuan teknis, terbatasnya biaya, serta beratnya medan. Untuk kekeringan secara geografis dan meterologis, hal ini sangat tergantung dengan lokasi daerah dan batuan penyusun daerah tersebut. Seringkali kondisi alam yaitu batuan penyusun daerah tersebut tidak bisa menyimpan dan mengalirkan air, baik di permukaan maupun di bawah tanah. Beberapa desa/kota di Indonesia dibangun di atas batuan yang cenderung sulit mengalirkan air permukaan dan air bawah tanah.

Selain itu, ada beberapa daerah di Indonesia yang memiliki curah hujan jauh lebih kecil dari curah hujan rata-rata sehingga kuantitas sumber air yang dapat ditampung akifer dan fitur-fitur air seperti sungai lebih sedikit. Perubahan iklim dan pergeseran musim tambah memperparah kekeringan dari segi meteorologis. Yang terakhir adalah kekeringan akibat buruknya kualitas air. Kekeringan ini biasa terjadi di daerah-daerah pesisir atau daerah yang dekat dengan sungai besar yang sudah tercemar. Air yang ada cukup melimpah tapi tidak bisa dimanfaatkan untuk konsumsi masyarakat sehari-hari karena air tersebut sudah tercemar oleh polutan dan kontaminan.

Menghemat air akan meminimalkan efek kekeringan dan kekurangan air. Meskipun kebutuhan kita akan sumber air tawar selalu meningkat karena pertumbuhan populasi dan industri, pasokan yang kita miliki tetap konstan. Walaupun air akhirnya kembali ke Bumi melalui siklus air, akan tetapi pada prosesnya air tidak selalu kembali ke tempat yang sama, atau dalam jumlah dan kualitas yang sama.

Air di bumi memang jumlahnya tetap, akan tetapi sumber air bersih yang layak minum atau layak guna jumlahnya semakin sedikit. Hal ini terjadi karena distribusinya tidak merata sebagai contoh ada beberapa daerah yang kekurangan air tetapi disatu sisi ada beberapa daerah berlebih air atau banjir. Sumber air bersih yang semakin sedikit juga bisa disebabkan oleh hal lain seperti penggunaan berlebihan sehingga menyebabkan sumber air bersih menjadi kering. Oleh sebab itu harus hemat air.

Dengan mengurangi jumlah air yang kita gunakan secara bijaksana, kita dapat menjaga persedian air yang lebih baik untuk menghadapi kekeringan di masa depan.

Krisis air bersih menjadi ancaman terbesar bagi umat manusia saat ini. Krisis air bersih ini disebabkan oleh bertambah banyaknya jumlah manusia di dunia, sementara air bersih yang tersedia semakin relatif sedikit dibandingkan dengan air yang ada. Selain itu pergeseran musim dan pemanasan global turut memperparah krisis air bersih yang terjadi.

Seringkali, bantuan air bersih yang tidak berkelanjutan adalah penyebab tidak cukupnya bantuan air kepada suatu komunitas. Bantuan air bersih yang sifatnya temporal atau sementara hanya memberikan solusi jangka pendek, seperti bantuan tangki air bersih perhari. Bantuan seperti ini tidak akan bertahan lama. Kita perlu memberikan bantuan air yang berkelanjutan guna memberikan dampak yang lebih baik. Contohnya dengan membangun sumur air tanah untuk masyarakat, atau memberikan alat penjernih air komunal. Dengan intervensi bantuan jangka panjang, masyarakat dapat mencukupi kebutuhan komunitas serta menggunakannya secara berkelanjutan.

Secara teori, air berada di alam dalam sebuah siklus yang seimbang. Akan tetapi, tidak semua bagian dari siklus ini mengandung air yang layak untuk dikonsumsi. Memang betul hujan terus-terusan turun tetapi seiring buruknya daya tampung lingungan kualitas air hujan pun menurun. Air hujan yang turun akan mengalir melalui air permukaan dan air tanah.

Masalah utamanya adalah kedua media ini sudah mengalami penurunan kapasitas secara kuantitas dan kualitas untuk bisa menampung air hujan yang turun. Untuk airtanah, berkurangnya vegetasi dan daerah resapan akibat civilization membuat air yang terinfiltrasi ke dalam tanah menjadi berkurang. Untuk air permukaan seperti air sungai, danau dan sebagainya sangat rentan terhadap pencemaran sehingga air yang masuk ke media-media tersebut akan ikut tercemar. Hal tersebut yang menyebabkan jumlah air yang bisa dikonsumsi dengan energi terendah menjadi jauh berkurang sehingga kita perlu menghemat air

bicarakan tentang air bersih lebih banyak lewat quora waterid di bawah ini. mari bergabung dan berkontribusi, untuk Indonesia : )